Konfigurasi Monitoring menggunakan Cacti

Konfigurasi Monitoring menggunakan Cacti 

Server monitoring merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk memonitoring kondisi dari suatu jaringan. Sistem ini akan melakukan proses monitoring secara terus menerus pada saat sistem jaringan aktif sehingga jika terjadi masalah maka akan mudah untuk mengetahuinya. Semisal jika ada perangkat hardware atau software yang ada dalam NMS menjadi down atau bahkan mati maka NMS akan memberi tanda kepada administrator dan salah satu fungsi dari sistem ini yaitu berguna untuk menganalisa apakah server masih cukup layak untuk digunakan atau perlu tambahan kapasitas.

Network monitoring biasanya dilakukan dengan menggunakan protokol SNMP (Simple Network Management Protocol). Kebutuhan akan SNMP pada sebuah sistem monitoring disebabkan oleh kebutuhan akan pemerolehan data monitoring dari sumber daya komputer lain.

Konfigurasi

1. Lakukan konfigurasi ip address enp0s3 disini ip address yang digunakan adalah 172.16.0.102/16 dengan perintah nano /etc/network/interfaces.


2. Lakukan apt update untuk repo debian.


3. Kemudian install paket dns agar server yang dikonfigurasi dapat diakses menggunakan domain dengan perintah apt install bind9.


4. Masuk ke file named.conf.local menggunakan perintah /etc/bind/named.conf.local lalu atur seperti gambar berikut.


5. Copy file db.local anya dan db.127 ip dengan perintah sebagai berikut.


6. Edit file bind anya dengan perintah nano anya untuk melakukan perubahan baik dari ip menjadi domain atau sebaliknya.


7. Edit file ip dengan perintah nano ip seperti berikut ini.
NS : digunakan untuk menentukan nama server untuk dijadikan domain.
A : digunakan untuk merubah domain menjadi ip.
PTR : digunakan untuk merubah ip menjadi domain.


8. Lalu edit file named.conf.options seperti berikut dan ubah dnssec-validation nya menjadi no.


9. Masuk file /etc/resolv.conf dengan perintah nano /etc/resolv.conf kemudian tambahkan search anyaforger.net agar dapat melakukan ping.


10. Lakukan pengujian terhadap domain cacti yang sudah dibuat pada file anya dengan perintah ping cacti.anyaforger.net.


Install Web Server

11. Install web server dengan perintah apt install dnsutils agar cacti dapat diakses melalui web browser dan web browser yang akan kita gunakan adalah apache2.


12. Masukkan perintah dig cacti.anyaforger.net lalu cek bagian answer section.


13. Jangan lupa untuk mengecek nslookup cacti.anyaforger.net dan pastikan mengarah ke server.


Konfigurasi Web Server

14. Instal paket web server dengan perintah apt install apache2 karena kita kan menggunakan aplikasi apache, apabila terdapat nginx dalam server tersebut maka hapus terlebih dahulu aplikasi nginx dan servicenya.


15. Edit file konfigurasi yang terdapat pada apache2 dengan perintah nano /etc/apache2/apache2.conf lalu pada baris access here tambahkan ServerName localhost.


16. Masuk directory apache dengan perintah cd /etc/apache2/sites-available/ kemudian ls dan backup konfigurasiyang ada pada site apache dengan perintah cp 000-default.conf cacti.conf.


17. Edit file cacti.conf menjadi seperti berikut dengan mengganti ServerName menjadi cacti.anyaforger.net dan arahkan path cactinya ke /usr/share/cacti/site.


18. Aktifkan terlebih dahulu site cacti dengan cara mengenablekan situs cacti dengan perintah a2ensite cacti.conf.


Konfigurasi PHP

19. Pada konfigurasi database php disini kita menggunakan mariadb dengan perintah apt install mariadb-server mariadb-client.


20. Klik y lalu enter.


21. Restart paket mysql dengan perintah /etc/init.d/mysql restart.


Konfigurasi Monitoring Server

22. Karena aplikasi untuk monitoring yang akan kita gunakan adalah cacti maka kita harus menginstall aplikasi cacti dengan perintah apt install cacti.


23. Pilih apache2 untuk web server yang akan digunakan.


24. Pilih yes karena paket database yang harus diinstall adalah dbconfig.


25. Masukkan password untuk web cactinya dimana ini nanti digunakan sebagai database user di mysql dalam hal ini digunakan password : cacti atau dapat sesuai keinginan.


26. Konfirmasi password yang tadi dibuat klik ok.


Konfigurasi Protokol Monitoring

Protokol yang digunakan adalah SNMP yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau atau mengatur jaringan jarak jauh secara sistematis dalam kontrol terpusat. Komponen SNMP ada 3 yakni SNMP Manager, SNMP Agent dan SNMP MIB. Untuk versi SNMP juga versi 1 sebagai internetworking, versi 2 framework sedangkan versi 3 sebagai authentication, privacy dan access control.

27. Masuk directory home kemudian install paket monitoring snmp dengan perintah apt install snmp snmpd.


28. Masuk directory /etc/snmp/ lalu backup file snmp dengan perintah cp snmpd.conf snmpd.conf.backup.



29. Edit file yang ada pada snmp dengan perintah nano snmpd.conf kemudian pada ip agentAddress diganti ip server seperti berikut.


30. Lalu untuk access controlnya buat nama anda dengan cara mengganti public menjadi nama yang diinginkan.


31. Pada sistem informasi masukkan lokasi kalian dan email yang digunakan.


32. Restart paket snmp dengan perintah /etc/init.d/snmpd restart.


33. Lakukan verifikasi apakah snmp sudah sesuai dengan perintah snmpwalk -v 1 -c anya 172.16.0.102.


34. Arahkan DNS client dengan ip server agar dapat mengakses cacti menggunakan domain.


35. Akses cacti melalui web browser dengan memasukkan domain cacti yang sudah dibuat yaitu cacti.anyaforger.net lalu login dengan user default admin dan password cacti yang tadi dibuat.


36. Selanjutnya create device untuk melakukan monitoring pada server.


37. Klik add yang ada dipojok kanan atas untuk menambahkan device baru.


38. Karena ingin melakukan monitoring server itu sendiri maka isikan data sesuai dengan server.


39. Kemudian pilih graph yang aan dimonitoring.


40. Untuk pengaturan warna graphs bisa gunakan default.


41. Tambahkan data query pada device baru yang sudah dibuat. Pilih SNMP - interface statistic lalu klik add.


42. Pastikan data query statistik sudah muncul dengan status success (25 items, 2rows).


43. Scroll keatas kemudian klik create graph pada host.


44. Kemudian ceklis data query agar ditambahkan kedalam graph monitoring server debian.


45. Untuk menambahkan graph tress dengan cara klik add, untuk melihat graphs monitoring device yang sudah didaftarkan yaitu device server-debian.


46. Untuk namenya agar mempermudah samakan dengan name device yang akan dimonitoring.


47. Untuk melihat tampilan graphs klik dipojok kanan atas.


48. Tunggu beberapa saat untuk melihat graphsnya berjalan atau tidak, disini dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam untuk mendapatkan grafik seperti ini.

49. Untuk membandingkan dengan device Mikrotik, disini kita buat satu device lagi dengan host template Cisco Router seperti berikut ini. Lakukan step seperti sebelumnya untuk melihat graphsnya.


50. Tunggu beberapa saat juga untuk melihat graphsnya berjalan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfigurasi VPN Menggunakan OPENVPN Pada Debian

Konfigurasi Control Panel Ajenti

Instalasi Proxmox 7.0-2 Pada VMWare